Labels

.

Selasa, 03 Mei 2011

Tindakan Heroik Dari berbagai daerah terhadap pembentukan Negara dan Pemerintah RI

Pendahuluan

Atas nama bangsa indonesia proklamasi kemerdekaan telah dikumandangkan oleh Bung Karno didampingi oleh Bung Hatta pada tanggal 17 agustus 1945. Satu langkah maju sudah ada pada genggaman bangsa indonesia melalui proklamasi kemerdekaan tersebut. Sebagai negara yang baru memproklamasikan kemerdekaan, indonesia mendapat simpati dari bangsa-bangsa didunia. Hal ini tampak dari adanya pengakuan negara lain terhadap proklamasi 17 agustus 1945. Sebagaii sebuah negara merdeka, maka pada tanggal 18 Agustus 1945 ditetapkan undang-undang dasar (UUD 1945) dan pemilihan presiden yaitu Bung Karno dan Bunga Hatta sebagai wakil presiden.

Semua rakyat indonesia menyambut dengan senang hati kedatangan sekutu, karena mereka mengumandangkan perdamaian. Akan tetapi, setelah diketahui bahwa Netherlands Indies Civil Administration (NICA) dibawah pimpinan Van de Plass dan Van Mook ikut didalamnya, sikap rakyat indonesianmenjadi curiga dan bermusuhan.
Keadaan bertambah buruk karena NICA mempersenjatai kembali KNIL setelah dilepas oleh sekutu dari tawanan Jepang. Adanya keinginan Belanda berkuasa di Indonesia menimbulkan pertentangan, bahkan dimana-mana terjadi pertempuran melawan NICA dan Sekutu.
Tugas yang diemban oleh sekutu yang dalam hal ini dilakukan allied forces netherlands east indies (AFNEI) ternyata memiliki agenda yang terselubung. Kedatangan pasukan sekutu justru diboncengi oleh NICA yang tidak lain adalah orang-orang Belanda yang ketika Jepang melarikan diri ke Australia dan membentuk kekuatan disana. Mereka memiliki keinginan untuk menghidupkan kembali Hindia Belanda. Dengan demikian, sikap Indonesia yang semula menerima kedatangan sekutu menjadi penuh kecuurigaan dan kemudian berkembang menjadi permusuhan.
Dalam rangka mempertahankan kemerdekaan, strategi yang dilakukan adalah melalui diplomasi dan perang gerilya. Dalam diplomasi banyak perundingan dilakukan seperti perjanjian Linggajati, Roem Royen dan Konferensi Meja Bundar.
Selain itu, rupanya bangsa Indonesia tidak mampu memendam gejolak karena permainan Belanda. Oleh karena itu, diberbagai daerah kemudian muncul perlawanan yang disebut Tindakan Heroik. Tindakan Heroik adalah tindakan kepahlawanan yang bertujuan untuk mengusir sisa-sisa para penjajah yaitu para sekutu dan belanda. Berikut ini akan dijelaskan berbagai Tindakan Heroik di berbagai daerah.





















Tindakan Heroik Dari berbagai daerah terhadap pembentukan Negara dan Pemerintah RI

Tindakan Heroik di berbagai daerah umumnya para pemuda melakukan peperangan, merebut tempat-tempat strategi dan melucuti senjata Jepang. Tindakan tersebut bertujuan untuk mempertahankan kemerdekaan. Tindakan tersebut antara lain sebagai berikut:
1. Tindakan Heroik di Surabaya

Pada tanggal 19 september 1945 segelintir orang belanda bekas tawanan jepang mengibarkan bendera Belanda pada sebuah tiang di atas hotel yamato. Kejadian itu menyebabkan rakyat marah dan menyerbu hotel tersebut. Rakyat berhasil menurunkan sekaligus merobek warna birunya, kemudian mengibarkannya kembali sebagai bendera merah putih. Insiden tersebut disebut sebagai insiden bendera.
Sementara itu, para pemuda pejuang juga merebut beberapa gudang senjata, pabrik-pabrik, markas-markas tentara jepang, dan bahkan pengkalan angkatan laut ujung. Peristiwa lain di surabaya yang cukup Heroik terjadi ketika para pemuda merebut markas kempetai (polisi militer jepang) pada tanggal 1 oktober 1945.
Selain itu , juga terjadi pertempuran yang terjadi pada tanggal 10 November 1945. Peristiwa tersebut merupakan rangkaian peristiwa yang dimulai sejak kedatangan pasukan sekutu dengan bendera AFNEI di Jawa Timur. Khusus untuk surabaya, amerika serikat menempatkan Brigade 49, yaitu bagian dari divisi ke 23 sekutu. Bridge 49 dipimpin oleh Brigjen A.W.S. Mallaby yang mendarat pada tanggal 25 oktober 1945.
Pada mulanya pemerintah jawa timur enggan menerima kedatangan sekutu. Kemudian dibuat kesepakatan antara Gubernur Jawa Timur R.M.T.A. Suryo dengan Brigjen A.W.S. Mallaby.
Kesepakatan itu adalah sebagai berikut.
a. Inggris berjanji tidak mengikut sertakan angkatan perang belanda
b. Menjalin kerja sama kedua pihak untuk menciptakan keamanan dan ketentraman
c. Akan dibentuk kontrak biro
d. Inggris akan melucuti senjata Jepang
Dengan kesepakatan itu, inggris diperkenankan memasuki kota Surabaya. Ternyata pihak inggris ingkar janji. Itu terlihat dari penyerbuan penjara kalisosok 26 oktober 1945. Inggris menduduki pangkalan udara Tanjung perak tanggal 27 oktober 1945, seta menyebabkan pamflet yang berisi perintah agar rakyat Surabaya dan Jawa Timur menyerahkan senjata-senjata mereka.
Kontrak senjata antar sekutu dan rakyat surabaya sudah terjadi sejak 27 oktober 1945. Karena terjadi kontrak senjata yang dikhawatirkan meluas, Presiden Soekarno dan Wasil Presiden Moh. Hatta mengadakan perundingan. Kedua belah pihak merumuskan hasil perundingan sebagai berikut.
1. Surat-surat selebaran/pamflet dianggap tidak berlaku
2. Serikat mengakui keberadaan TKR dan Polisi Indonesia
3. Seluruh Kota Surabaya tidak lagi dijaga oleh serikat, sedangkan kamp-kamp tawanan dijaga bersama-sama
4. Tanjung Perak dijaga bersama TKR, Serikat, dan Polisi Indonesia
Walaupun sudah terjadi perundingan, akan tetapi berbagai tempat di kota Surabaya tetap terjadi bentrok senjata antara Serikat dan rakyat Surabaya yang bersenjata. Pertempuran seru terjadi di gedung bank internatio di jembatan merah. Gedung itu di kepung oleh para pemuda yang menuntut agar pasukan A.W.S. Mallaby menyerah. Tuntutan para pemuda itu di tolak pasukan serikat. Karena begitu gencarnya pertempuran di sana, akibatnya terjadi kejadian fatal, yaitu meninggalnya A.W.S Mallaby tertusuk bayonet dan bambu runcing. Peristiwa ini terjadi tanggal 30 oktober 1945.
Dengan meninggalnya A.W.S. Mallaby, pihak inggris memperingatkan rakyat Surabaya dan meminta pertanggungjawaban. Mereka mengancam agar rakyat Surabaya menyerah dan akan dihancurkan apabila tidak mengindahkan seruan itu. Ultimatum inggris bermakna ancaman balas dendam attas pembunuhan A.W.S. Mallaby disertai perintah melapor ke tempat-tempat yang ditentukan. Disamping itu, pemuda bersenjata harus menyerahkan senjatanya. Ultimatum inggris itu secara resmi ditolak rakyat surabaya melalui pernyataan Gubernur Soerjo.
Karena penolakan itu, pertempuran tidak terhindarkan lagi, maka pecahlah pertempuran pada tanggal 10 November 1945. Sekutu mengerahkan pasukan infrantri dengan senjata-senjata berat. Peristiwa heroik ini berlangsung hampir 3 minggu. Dalam pertempuran tersebut, malalui siaran radio, Bung Tomo membakar arek-arek suroboyo. Pertempuran yang memakan korban banyak dari pihak bangsa indonesia ini diperingati Hari Pahlawan pada setiap tanggal 10 November. Peringatan itu merupakan komitmen bangsa indoneisa yang berupa penghargaan terhadap kepahlawanan rakyat Surabaya sekaligus mencerminkan tekad perjuangan seluruh bangsa indonesia.

2. Tindakan Heroik di Bandung

Di Bandung para pemuda juga berusuha merebut tempat-tempat di bandar udara andir dan pabrik senjata milik Jepang.
Pada tanggal 23 Maret 1946 terjadi sebuah peristiwa yang menyebabkan hingga saat ini bandung disebut sebagai bandung lautan api. Peristiwa itu adalah terbakarnya kota Bandung sebelah selatan akibat politik bumi yang hangus yang diterapkan oleh TKR. Peristiwa itu terjadi karena setelah adanya ultimatum perintah pengosongan Bandung.
Seperti kota-kota yang lainnya, di bandung juga terjadi peluncuran senjata terhadap Jepang. Di pihak lain, tentara serikat menghendaki agar persenjataan yang telah dikuasai rakyat indonesia diserahkan kepada mereka. Para pejuang akhirnya meninggalkan Bandung, tetapi terlebih dahulu membumihanguskan kota Bandung. Peristiwa tagis ini kemudian dikenal sebagai peristiwa Bandung Lautan Api.








3. Tindakan Heroik di Ambarawa (perang Ambarawa)
Pada tanggal 20 November sampai dengan 15 Desember 1945 terjadi pertempuran antara TKR dan pasukan Inggris. Peristiwa ini berawal dari kedatangan tentara sekutu di Semarang tanggal 20 Oktober 1945. Tujuan semula pasukan itu adalah mengurus tawanan perang. Akan tetapi, ternyata mereka diboncengi oleh NICA yang kemudian mempersenjatai para tawanan.
Di ambarawa 20 oktober 1945 pecahlah pertempuran antar TKR yang dipimpin Mayor Sumarto dengan tentara serikat. Dalam pertempuran itu gugur Letkol Isdiman, Komandan Resimen Banyumas. Dengan gugurnya Kolonel Isdiman, komando pasukan di ambil alih oleh Letnan Kolonel Sudirman yang saat itu menjabat sebagai panglima divisi Banyumas.
Pasukan serikat menggunakan para tawanan Jepang yang telah dipersenjatai untuk ikut bertempur. Mereka juga mengerahkan tank dan senjata berat lainnya. Pada tanggal 12 Desember 1945, pasukan Indonesia melancarkan serangan serentak. Setelah bertempur selama empat hari, akhirnya pasukan Indonesia berhasil mengusir tentara serikat dari Ambarawa dan memukul mundur mereka sampai semarang. Melalui pertempuran ini nama sudirman mulai terangkat. Ketika terjadi pemilihan pimpinan tentara di Yogyakarta, Sudirman dapat mengalahkan Urip Somoharjo.





4. Tindakan Heroik di Medan
Mr. Teuku M. Hassan yang telah diangkat menjadi gubernur mulai membenahi daerahnya. Tugas pertama yang dilakukan Gubernur Sumatera ini adalah menegakkan kedaulatan dan membentuk Komite Nasional Indonesia untuk wilayah Sumatera. Oleh karena itu, mulai dilakukan pembersihan terhadap tentara jepang dengan melucuti senjata dan menduduki gedung-gedung pemerintah. Pada tanggal 9 Oktober 1945, di medan mendarat pasukan serikat yang di boncengi oleh NICA. Para pemuda Indonesia dan Barisan Pemuda segera membentuk TKR di Medan.
Pertempuran pertama pecah tanggal 13 oktober 1945 ketika lencana merahh putih diinjak-injak oleh tamu di sebuah hotel. Para pemuda kemudian menyerbu hotel tersebut sehingga mengakibatkan 96 korban luka-luka. Para korban ternyata sebagian orang-orang NICA. Bentrok antar serikat dan rakyat menjalar keseluruh kota Medan. Peristiwa kepahlawanan ini kemudian dikenal sebagai pertempuran “Medan Area”.











5. Tindakan Heroik di Palembang
Di palembang tidak terjadi pertempuran dan perebutan kekuasaan dengan Insiden. Karena pihak Jepang berusaha menghindarinya. Pada tanggal 8 Oktober 1945, Dr.A.K.Gani mengadakan upacara pengibaran bendera merah putih.

6. Tindakan Heroik di Kalimantan
Dukungan para pejuang kalimantan untuk proklamasi kemerdekaan Indonesia dengan cara berdemokrasi, pengibaran bendera merah putih, dan mengadakan rapat-rapat dalam pembicaraan tentang kemerdekaan indonesia.
Pada tanggal 14 November 1945 beberapa pejuang berkumpul di halaman NICA dengan maksud mengarak Bendera Merah Putih














7. Tindakan Heroik di Nusa Tenggara
Di Nusa tenggara juga dilakukan usaha perebutan kekuasaan dari sekutu. Rakyat tetap mengibarkan bendera merah putih dan memakai Lencana Merah.

8. Tindakan Heroik di Bali
Dalam menegakkan kedaulatan Indonesia, para pemuda di Bali membentuk beberapa Organisasi yang di antaranya PRI (Pemuda Republik Indonesia) dan AMI (Angkatan Muda Indonesia). Para Organisasi Pemuda tersebut melakukan perundingan untuk menegakkan kedaulatan Republik Indonesia, namun, pihak Jepang menghalaunya. Pada tanggal 13 Desember 1945, para pemuda melakukan perebutan kekuasaan dari tangan Jepang.














9. Tindakan Heroik di Aceh
Di Aceh terjadi sebuah pertempuran besar. Pertempuran tersebut terjadi karena pembentukan Organisasi yang dibentuk oleh para pemuda pada tanggal 6 oktober 1945 yang diberi nama Angkatan Pemuda Indonesia (API), namun seminggu berdirinya organisasi tersebut kemudian jepang melarang berdirinya Organisasi tersebut. Walaupun dipakasa untuk membubarkan API, tapi para pemuda menolak dengan keras dan timbullah pertempuran. Para pemuda melucuti senjata Jepang. Selain itu, para pemuda juga mengambil alih kantor-kantor pemerintah Jepang dan mengibarkan bendera merah putih.

















10. Tindakan Heroik di Yogyakarta
Pada tanggal 26 September 1945, para pemuda memaksa jepang untuk menyerahkan semua kantor-kantor kepada pihak Indonesia. Dan juga pada tanggal itu dibentuknya pemerintah RI di Indonesia yang di bentuk oleh KNI Yogyakarta. Pada tanggal 1 oktober 1945, BKR dan Kepolisian menyerbu Tongsi Otsuka Butai dia merupakan pemimpin sekutu yang berada di kota Baru. Malam itu juga Tongsi Otsuka Butai menyerah.

11. Tindakan Heroik di Sulawesi
Pada saat gubernur Dr. Sam Ratuulangie mulai menyusun pemerintahan daerah, para pemuda berhasil merebut gedung-gedung vital dari para sekutu. Dan pada tanggal 13 september para pemuda merebut senjata di markas-markas Jepang. Pada bulan Desember 1945 para pemuda juga berusaha merebut markas-markas jepang. Dan pada tanggal 13 Desember 1945 para pemuda menyerang Jepang.











12. Tindakan Heroik di Papua
Pada tanggal 14 Maret 1948 para pemuda papua menyerang NICA dan Tangsi Sorido. Namn serangan itu gagal dan dua orang pemimpinnya dibunuh dan yang lainnya dipenjara seumur hidup.

13. Tindakan Heroik di Padang dan Bukit Tinggi
Di padang dan bukit tinggi dibentuk balai penerangan pemuda indonesia dan pemuda republik indonesia. Kedua organisasi pejuang iitu memelopori pembentukan BKR dan komite nasional Indonesia.

14. Tindakan Heroik di Surakarta
Terjadi pertempuran rakyat dengan Jepang di markas Kempeitai. Dalam pertempuran gugur pemuda Arifin.

15. Tindakan Heroik di pulau Sumbawa
Pada Bulan Desember 1945, para pemuda berusaha merebut senjata dari jepang dan bentrokan terjadi di Gempe dan di Sape.

16. Tindakan Heroik di Lampung
BKR dan para pemuda berhasil melucuti senjata Jepang di Teluk Betung, Kalianda dan Manggala.






Akhir dari Tindakan Heroik

Puncak kegiatan mendukung proklamasi tersebut ialah rapat raksasa di medan pada tanggal 3 oktober. Ketika itu gubernur sumatera, Mr.Teuku.Moh.Hasan, menyatakan proklamasi kemerdekaan secara Resmi.

Demikianlah tindakan Heroik para pemuda demi mempertahankan kemerdekaan Indonesia. Mereka rela berkorban agar Negara Indonesia tetap merdeka dan tidak diganggu oleh para penjajah lagi.

4 komentar:

  1. itu yg sumbawa cuma segitu doang apa.........?

    BalasHapus
  2. Maaf info yang saya dapat kok beda ya dari blog ini. Karna tidak setuju dengan pembentukan BKR, maka rakyat Padang membuat BPPI (Badan Penerangan Pemuda Indonesia), namun di blog ini justru tertulis sebaliknya, BPPI memelopori pembentukan BKR? Tolong penjelasannya ya, terima kasih banyak:)

    BalasHapus
  3. kurang rinci tapi makasih.

    BalasHapus